temen2 punya cerita lucu ttg anak kost,bs kirim ke email : kokolee18@gmail.com

Percakapan yang aneh
Ahhh...pemuda itu akhirnya bersandar pada sandaran kursi yang telah hampir dua jam dia duduki. Terdengar derit nyaring dan diapun hampir terjatuh ke belakang. Kursi itu sudah reot. Diapun berdiri dan menggerutu. Dia barusan menonton film "Kuntilanak" di komputernya. Film yang dibintangi Julie Estelle itu cukup menegangkan, katanya. Terutama pada setiap adegan dimana lagu jawa "Lingsir Wengi" dilantunkan. Lagu itu begitu mistis dan eksotis. Bergidik hati bila mendengarnya.
Pemuda bernama TS itu meregangkan otot-ototnya yang kaku.
Errghh...Klotak..Klak...
Ahhh...nyaman rasanya.
Dut..dut..bruuutt...
Ungh...tiba-tiba perutnya sakit. Udara AC yang dingin dalam laboratorium tersebut menjadikan TS masuk angin. Sore tadi dia cuma sempat makan bakso, diberi sambal pula. Maka malam itu perutnya kacau balau.
Errghh...Klotak..Klak...
Ahhh...nyaman rasanya.
Dut..dut..bruuutt...
Ungh...tiba-tiba perutnya sakit. Udara AC yang dingin dalam laboratorium tersebut menjadikan TS masuk angin. Sore tadi dia cuma sempat makan bakso, diberi sambal pula. Maka malam itu perutnya kacau balau.
Dia segera keluar dari Lab dan menguncinya. Malam itu dia hanya sendiri. Mungkin karena hujan, teman-temannya tidak datang. Bau khas hujan, disertai hawa dingin yang ternyata lebih hangat ketimbang hawa AC, semakin memancing rasa mulas perutnya. Dia berlari menuju WC di depan Labnya.
Alhamdulillah...WC nya kosong. Setelah melepas semua kain yang melekat di badan, dia berjongkok untuk melaksanakan hajatnya...
<censored>
<censored>
<censored>
<censored>
<censored>
Ahhhhhhhhh...wajahnya dihiasi kepuasan tiada tara. Benar-benar kegiatan hina--jorok namun halal, pikirnya. Namun, mulas masih menyelimuti perutnya. Aduh...
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo...
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo...
DUGH!! Tiba-tiba terdengar nyanyian itu...nyanyian yang dinyanyikan oleh karakter Julie di film tadi, dan kini sedang dinyanyikan oleh seorang cewek. TS langsung ketakutan. Nyaris dia terjungkal. Gituan yang hendak keluar malah masuk lagi. Geblek millenium!!!, gerutunya dalam hati. Dengkul yang biasanya lemas sehabis buang gituan, menjadi lebih lemas berkat nyanyian itu. Siapa sih? Nyanyi-nyanyi malam-malam, di WC pula!!, rutuk TS.
WC tersebut memang bersifat umum, cowok atau cewek boleh menggunakannya. TS tidak merasa aneh akan kehadiran suara cewek di situ. Yang membuatnya bingung (dan ketakutan) adalah isi dari nyanyian tersebut. Kok bisa pas setelah dia nonton film itu yak?, dia bertanya-tanya. Diapun mengumpulkan segenap pikiran positifnya, membangun seluruh keberanian, membaca doa-doa...eh ga etis ding. Dalam WC, lagi buang gituan pula!! Dengan nekat, diapun berseru dengan suara yang parau dan menggelikan.
"Yuu-huu..! Ss-siapa yang nyanyi itu yak..?"
"Oh! Walah mas, aku jadi malu...Ada orangnya toh..."
Suara cewek membalas. Suaranya merdu, centil, sekaligus nafsuin. Akal sehat TS mulai bangkit. Ah...mungkin dia hanya salah satu mahasiswi, pikirnya. TS pun merasa harus minta maaf. Aneh rasanya, sedang buang gituan dan tiba-tiba ada cewek di dekatnya.
"Oh, mbak. Sorry...aku lagi mules berat...Hehehe"
"Ah, gapapa mas. Gak bau kok..."
TS senang dan lega. Gituannya lalu nyemplung. PLUNG! TS kaget.
"Wahahaha...sorry-sorry mbak! Jadi malu-maluin nich...!"
"Hihihihihi..."
DEGH!! Lha kok suaranya mirip kuntilanak gitu??, pikir TS. Pikiran buruk mulai membiusnya...lagi.
"Mbak! Kalo tertawa jangan gitu dooonk...Saya jadi takut nich"
"Ah, mas bisa aja. Ga usah takut mas! Saya orang kok..."
"Hahaha...orang? Orang mati ya mbak?"
"Iya..."
Jawaban terakhir itu membuat TS termangu. Diam. Bisu.
"Aaah mbak juga bisa aja nich. Saya cuma bercanda mbak. Hehe-heheheheh"
"Waduh, masnya humoris juga...Bisa nanggepin guyonan saya"
"Ya iya lah...secara gue jenius, admin Lab di depan situ loh..."
"Halah maas...orang jawa kok nyoba ngomong gaul. Aneh gitu loh..."
Merekapun tertawa. Sekali lagi, tawa cewek itu membikin bergidik. Seekor cicakpun jatuh menimpa kepala TS. WAAAAA!! Mungkin makhluk malang itu pingsan mendengar tawa itu.
"Kenapa mas? Kok teriak-teriak?"
"<Huff> Oh ini mbak...ada cecak jatuh...<huff>"
"Wah hati-hati lho mas...Mitosnya, jika kejatuhan cecak, bakal ada orang yang mati"
"Haha-haha--hahaha...mbak bisa aja"
TS meletakkan cicak di tempat yang kering. Dia sempat ngeri juga mendengar mitos tersebut. Ah, tapi nasib dipegang oleh-Nya. Tenang aja lah...Entah mengapa, TS merasa akrab dengan cewek itu. Dia memiliki kepribadian yang menarik, pikir TS. Percakapan mereka mengalir ringan, terkadang disela oleh suara-suara gituan yang jatuh berguguran. Dan seperti biasa, tawa cekikikan terdengar nyaring. Entah sudah berapa lama mereka di situ. Perut TS juga sebenarnya sudah kosong sejak semenit yang lalu. Namun TS terlupa, sebab percakapan mereka begitu menyenangkan. TS lalu merasa ada yang aneh. Cewek itu ada perlu apa ke WC?, pikirnya.
"Lho mbak, sampeyan ke WC mau apa? WC nya kan cuma satu"
"Oh...itu...Saya mau kenalan sama masnya"
"Ha? Kenalan kok di WC mbak..."
"Ya...gimana lagi mas, ini emang rumah saya kok. Barusan aja pindah pas maghrib tadi"
TS melongo...Dan tiba-tiba terdengar suara bayi menangis...
"Eh...anak mama sudah bangun...Mmm, sorry ya mas. Saya pergi dulu, mau bawa anak saya jalan-jalan. Sampai ketemu lagi yak. Hihihihihihihihi..."
Seketika berhembus angin tipis berbau bunga melati. TS pun tak sadarkan diri. Shock...Cicak tadi tersadar dari pingsannya. Lha kok gantian orang itu yang pingsan?, pikirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar